K ita sadari bahwa diri kita sebagai manusia harus terjadi proses balancing antara kehidupan sosial kita dengan kehidupan beragama, sehingga kesadaran beragama kita akan menciptakan resultante positif berupa kesalehan sosial, yang diwujudkan dalam kehidupan sosial yang bermoral. Tentunya kita harapkan bahwa Kesadaran Beragama dengan kesalehan sosial menjadi pondasi iman dan takwa, kebesaran jiwa, kebersihan nurani, sehingga dapat melahirkan pandangan optimis dalam menatap masa depan. S aat ini banyak symptom yang kita lihat bahwa kesadaran beragama telah kehilangan sukma transformatifnya, beragama hanya sebagai alat pencitraan diri. Banyak kamuflase semarak ritual beragama, ada yang melakukan repetitif ibadah haji, namun dalam kesempatan lain melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang yang beriman, ada yang dalam kehidupan sehari2 tidak mencerminkan kehidupan seorang muslimah yang baik, tiba2 dalam bulan suci ramadhan berperilaku santun sebagai mana muslimah yang baik. ...