Skip to main content

Posts

Showing posts from 2009

AKu Bukan Gatotkaca

Menjadi besar tiba-tiba belum tentu baik Sekoyong-koyong menjadi tinggi, jatuhnya akan sakit Kita bukan Gatotkaca atau burung bangau Kita manusia biasa yang harus berproses Belajar pada kehidupan katak Pantang menyerah menunggu waktu Tak putus asa menguntai rantai hidup Melatih sabar berganti wujud Menggapai asa di depan sana Waktu berudu tak mimpi menapak tanah Saat kecebong setia berkubang air Dikala kecil tak mimpi dipanggil katak Untuk setia menanti waktumu tiba Mampu berkaca pada bayangan Merengkuh harap dalam ukuran Tak merindu bulan dibayang Merendam hati didalam tentram Someday, I don't remember, when...

PETIR or LIGHTNING

Aku ingat waktu kecil, ibuku dengan pandainya membujukku agar membaca buku cerita untuknya, sementara beliau sambil tiduran menikmati cerita yang kubacakan. Sebenarnya aku tidaklah rugi, karena dengan begitu aku menjadi turut menyukai cerita tersebut. ”Api di Bukit Menoreh” judul bukunya. Terkenang aku akan tokoh yang sangat digdaya, yaitu Ki Ageng Sela, yang dengan kesaktiannya dapat menangkap petir yang menyambar-nyambar ke bumi. Tahukah kita?, bahwa kilatan petir dapat mengandung muatan listrik sebesar 100 juta Volt yang mampu memanaskan suhu udara hingga mencapai 40 ribu derajad Celcius. Energy listrik yang dilontarkan oleh kilatan petir tersebut hampir setara dengan beban seberat 300 ton yang dijatuhkan dari ketinggian 100 meter. Bisa dibayangkan betapa dahsyatnya kekuatan petir tersebut, apalagi Sang penciptanya, Subhanallah. Petir berasal dari hubungan listrik antar awan maupun antara awan dengan tanah. Proses hubungan listrik antar awan mempunyai tingkat probabilitas yang lebi...

Bekerja atau Berkarir

Bekerja atau Berkarir Maknanya bisa sama bisa tidak Bekerja atau Berkarir Bedanya bisa tipis bisa sangat berbeda Akan sama maknanya apabila Jabatan tidak kunjung melambung Akan beda maknanya apabila Pangkat terus meningkat Namun semuanya bergantung Dari sisi mana kita melihat Dari cara pandang mana kita gunakan Dari konsep mana yang kita pikirkan Menjadi susah membedakan Antara idealisme dan bodoh Idealisme sering tidak membuahkan karir Bodoh jelas membuat kita tetap ditempat Terkadang malah sebaliknya Bodoh berbuah karir dengan sebab yang jelas2 tidak jelas Menjadi susah membedakan Antara kalah dan ikhlas Kalah kalau kita tidak mampu melawan Ikhlas seolah2 terlihat seperti pasrah Itu semua disebabkan Cara pandang menang dan kalah Menurut cara pandangku Alasan kenapa kita harus bekerja Kita bekerja sebab harus bekerja Kita bekerja karena harga diri Kita bekerja untuk ridho Allah

MAUNYA LEBIH

Dalam kesadaranku & tidurku Selalu ada hasrat yang tak terkendali Ingin yang melebihi butuhku Mau yang melompat dibatas perluku Logika rasio selalu mendukung Kata batinku selalu bimbang Antara pantas, mendesak ataupun tamak Apa yang hendak kau cari Siapa yang kan engkau cukupi Hanya memuaskan egomu kah Kan hendak mencari keakuanmu Alasan menafkahi anak istrimu Membantu saudaramu yang tak mampu Ataukah hasrat mulia mengangkat derajad para fakir miskin, anak yatim dan janda para syuhada Kurenungkan dalam keheninganku Kutimbang dengan kebeningan batin Kusaring lewat jaring halus kalbuku Obsesiku telah melampaui asupan lahir Juga lewat jauh diatas kedamaian batin Logikaku tak mampu membaca gejala Akalku sering salah menterjemahkan Hati dan rasio sering tak sepaham Masing2 berjalan dengan standarnya Mata batin seringkali lebih awas Namun logikamu jangan kau tinggalkan Manusia arif yang tahu benar Kapan menurut kata hati Kapan berpikir dengan akal Namun sulit dilakukan Maka berlatihlah m...

DALAN

Manungsa urip mono mung wenang milih dalan kan bakal diliwati... Kang angka siji, yakuwi dalan kuning, kang werdine dalan kang kerep diliwati wong kang ngegungake akal pikire, mung ngurusi keprigelane uteg, lan akhire njur gelem dha rebut menang, cecengilan, srana perang batin... Angka loro, dalan abang, yakuwi dalane wong kang nggedheake rasane, ngumbar lan nguja hawa nepsune... Kaping telu, dalan ireng kang asring dienggo wira-wiri wong kang nengenake karepe, karep sing kurang mawas kahanan, adat sing uwis, yen ora klakon karepe banjur tumindak ngiwa, nubruk-nubruk... Kang pungkasan, dalan putih, yaiku dalan kang saklumrahe diliwati para suhada, pemimpin kang wicaksana, lan wong kang ngudi kabecikan... Inggal dipilih dalan ngendi sing mbok antepi

BERLAYAR

Kulayari samodra ini entah sampai kapan... Kapalku kubawa keujung jauh disana... Kujaga arahnya meski angin dan ombak menerpa... Barisan karang tajam bagaikan iri turut menghadang... Tak mudah mengendalikan... Memang, ku tak sendiri menebar layar... Bersama jurumudiku kukendalikan bahtera... Dibantu kelasi ringankan beban... Komando kujalankan, perintah kuberikan... Dengan harapan jalurnya tetap terjaga... Namun segalanya tidak selalu mudah... Banyak mau yang aku ingin... Tak selalu inginku adalah maunya... Itulah pernak pernik indahnya... Disini dewasaku disemai... Disitulah sabarku diuji... Lima belas tahun bahtera kami berlayar... Banyak tempat kami labuhi... Banyak harapan kuraih bersama... Bahagia, sedih, gembira, kecewa silih berganti mengakrabi... Tempat tujuku masih sangat jauh didepan... Asa, kami bentang luas didepan… Harap kami sama, menatap hidup lebih optimis… Cita-cita kami teguh, membawa bahtera ini untuk terus berlayar... Berlayar dengan segenap hati kami... Balikpapan,...

Cintaku

Cintailah yang harus kau cinta Cintailah yang perlu kau cinta Cintailah yang ingin kau cinta Cinta adalah keniscayaan Cinta tak bisa direncanakan Cinta mulia tak terkirakan Cinta akan membuatmu bergairah Cinta akan membuatmu bersemangat Cinta akan membuatmu penuh harapan Mencintai adalah naluri Dicintai adalah karunia Saling mencinta adalah takdir Cintaku kan kubalut dengan sayang Cintaku kan kupendam dalam hati Cintaku kan kubawa sampai mati Hidup tak kan berarti tanpa cinta Balikpapan, tengah malam, 30 Mei 2009

Aku, Iblis, dan Malaikat

Aku ini manusia... Bukan Iblis, bukan pula malaikat... Maka, aku berupaya menjadi sejatinya manusia... Tidak gampang memang, namun juga tidak susah... Kita tahu, mana sifat manusia, mana sifat iblis, dan juga sifat malaikat... Namun terkadang, kita tidak tahu atau tidak mau tahu, bahkan pura2 tidak tahu... Oleh manusia lain, manusia kadang terlihat seperti iblis... Namun adakalanya terlihat bak malaikat... Namun sejatinya kita tidak pernah tahu, lebih menyerupai yang mana... Hanya mereka saja dan Tuhannya yang tahu, lebih mirip yang mana dirinya... Tipis memang bedanya... Di dunia ini tak ada yang putih sekali ataupun yang benar2 hitam... Yang ada hanyalah abu2... Abu2 kehitaman atau abu2 keputihan... Semua bergantung kepada diri kita... Akan kita geser kearah mana warna hati kita... Putihkah, atau hitamkah ?... Wallahualam...

Paradoks Kehidupan Beragama

K ita sadari bahwa diri kita sebagai manusia harus terjadi proses balancing antara kehidupan sosial kita dengan kehidupan beragama, sehingga kesadaran beragama kita akan menciptakan resultante positif berupa kesalehan sosial, yang diwujudkan dalam kehidupan sosial yang bermoral. Tentunya kita harapkan bahwa Kesadaran Beragama dengan kesalehan sosial menjadi pondasi iman dan takwa, kebesaran jiwa, kebersihan nurani, sehingga dapat melahirkan pandangan optimis dalam menatap masa depan. S aat ini banyak symptom yang kita lihat bahwa kesadaran beragama telah kehilangan sukma transformatifnya, beragama hanya sebagai alat pencitraan diri. Banyak kamuflase semarak ritual beragama, ada yang melakukan repetitif ibadah haji, namun dalam kesempatan lain melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang yang beriman, ada yang dalam kehidupan sehari2 tidak mencerminkan kehidupan seorang muslimah yang baik, tiba2 dalam bulan suci ramadhan berperilaku santun sebagai mana muslimah yang baik. ...