Skip to main content

Bekerja atau Berkarir

Bekerja atau Berkarir
Maknanya bisa sama bisa tidak
Bekerja atau Berkarir
Bedanya bisa tipis bisa sangat berbeda

Akan sama maknanya apabila
Jabatan tidak kunjung melambung
Akan beda maknanya apabila
Pangkat terus meningkat

Namun semuanya bergantung
Dari sisi mana kita melihat
Dari cara pandang mana kita gunakan
Dari konsep mana yang kita pikirkan

Menjadi susah membedakan
Antara idealisme dan bodoh
Idealisme sering tidak membuahkan karir
Bodoh jelas membuat kita tetap ditempat
Terkadang malah sebaliknya
Bodoh berbuah karir dengan sebab yang jelas2 tidak jelas

Menjadi susah membedakan
Antara kalah dan ikhlas
Kalah kalau kita tidak mampu melawan
Ikhlas seolah2 terlihat seperti pasrah
Itu semua disebabkan
Cara pandang menang dan kalah

Menurut cara pandangku
Alasan kenapa kita harus bekerja
Kita bekerja sebab harus bekerja
Kita bekerja karena harga diri
Kita bekerja untuk ridho Allah

Comments

Popular posts from this blog

It’s a Simple Word, means a lot It’s a simple word. Kalimat penyemangat, yang dapat menginspirasi, santapan qolbu, datangnya bisa dari mana saja, dari tukang sayur sampai orang besar, dari obrolan warung kopi sampai seminar di hotel bintang, dari yang paling sederhana sampai teori management yang paling rumit. Orang biasa kayak kita ini, ehh…maaf, maksudku kayak saya ini, perlu referensi atau panutan, karena belum mampu menelorkan teori atau menginspirasi orang lain. Referensi itu bisa berupa nasihat, suatu hal yang bisa menginspirasi kita, sehingga mampu men-triger kita untuk melakukan hal-hal yang baik, dan bahkan cenderung kreatif dan produktif. Seperti halnya minggu lalu, di televisi ada obrolan BOB Sadino, yang temanya mungkin sangat remeh, namun dibaliknya ada pelajaran yang bagi orang biasa kayak saya ini menjadi suatu energy daya dorong terhadap pikir dan asa. Banyak orang terbelenggu daya pikirnya, hilang daya khayalnya, dikarenakan oleh diri mereka sendiri. Seorang piyayi ata...

UNAS oooh UNAS

Kelulusan UN SMA tahun ini   99.50%, meningkat dari tahun sebelumnya. Banyak Kepala Daerah yang bangga dengan tingginya prosentase kelulusan di daerahnya. Sial bagi Daerah yang prosentase kelulusannya tidak menjadi terbaik, meskipun angkanya cukup tinggi, Kepala Daerah sekaligus Kadiknas-nya rame-rame digugat oleh anggota dewan, bahwa tidak becus mengelola pendidikan meskipun sudah digelontor dengan dana yang sangat besar. “Kita sudah berusaha mati-matian, tryout UNAS sudah tidak terhitung dilakukan”, itulah salah satu kalimat pembelaan yang keluar dari mulut salah seorang KaDiknas di salah satu Pemerintah Daerah Tingkat II yang ketiban apes, daerahnya mendapatkan peringkat bawah kelulusan UNAS di suatu propinsi. Kalimat naif...masak ketidak berhasilan mencapai peringkat tertinggi kelulusan disanggah hanya dengan alasan tryout....masak Kadiknas dipersalahkan hanya karena peringkat kelulusannya ada dibawah meskipun nilai dan prosentase kelulusannya sangat baik, dua2nya sama na...